CATATAN ANAK KAMPUNG, KENAPA SAYA GOLPUT?

Saya bisa makan dan minum tanpa tergantung pemerintah
Saya dan keluarga hanya tergantung pada lingkungan alam
Makanan pokok di kampung saya adalah jagung (bukan beras)
Ibu saya di kampung, selalu menanam jagung di halaman kosong sekitar rumah
Stok jagung hasil tanaman ibu mampu memenuhi kebutuhan keluarga hingga musin panen tahun berikutnya
Lalu untuk apa saya memilih pemimpin, yang kebijakan pangannya tak pernah saya rasakan?

Bagaimana dengan kebijakan pemerintah dalam bidang perikanan?
Entah itu ada kebijakan atau tidak, pastinya saya tidak merasakan manfaatnya
Toh untuk lauk jagung, Ayah saya selalu memancing ikan di pantai,
Selanjutnya hasil pancingnya digunakan sebagai “teman” jagung untuk mengisi perut bersama keluarga

Dalam perdagangan bagaimana?
Terserah aja deh pemerintah menetapkan harga apa?
Pastinya ibu saya tidak membeli sayuran di pasar
Pemerintah mau impor kek, mau ekspor kek terserah
Toh kebijakan itu tidak ada efeknya
Di kampung saya sayuran tumbuh tanpa diminta
Seperti, daun kelor, kangkung, kacang panjang, dll

Bagaimana dalam bidang pembangunan?
Aaahh saya pikir di Jakarta saja yang tinggi pembangunan
Dan itu yang dibanggakan pemerintah kan?
Di kampung saya cuma ada 2 rumah yang punya 2 lantai
Kalo jalan menuju pantai dari dulu sampai sekarang belum diperbaiki
Malah makin rusak, padahal 2 jam dari kampung saya
Ada pulau penghasil aspal terbesar di Indonesia (Pulau Buton)

Dalam bidang agama bagaimana?
Masjid kampung dari dulu tidak pernah mengalami perubahan
Kayu bangunannya sejak dulu belum pernah diganti
Padahal kampung saya (Pulau Muna) penghasil kayu jati terbesar di Indonesia

Bagaimana dengan politik?
Pemimpin telah sering berganti
Masyarakat kampung saya rata memilih jika ada pemilihan
Mereka takut dan masih trauma dengan kebijkan orde baru kalo tidak menggunakan hak pilih
Tapi saya tidak pernah melihat muka pemimpin yang langsung terjun melihat orang miskin di kampung

Dalam kesehatan bagaimana?
Mana perhatian pemerintah ah?
Keponakan saya (anak kakak) sebagai korban yang meninggal dunia Akibat kekurangan gizi juga.

Dalam ekonomi bagaimana?
Dulu sebelum saya menjadi penulis seperti sekarang
Ibu saya terpaksa mengangkat pasir dari laut dibawa ke darat Menggunakan ember secara berulang-ulang
Dari pagi hingga sore ibu memeras keringat untuk dijual pada masyarakat yg membangun rumah
Dalam satu hari mendapatkan 5ribu udah bersyukur
Yang penting ibu dan keluarga saya bisa makan

Lalu…
Jika saya GOLPUT kalian katakan tidak peduli dengan pemerintah?
Harusnya saya yang menuntut, karena kalian tidak peduli sama rakyat

Jika saya GOLPUT kalian katakan telah melakukan keHARAMan?
Harusnya kalian yang berada dalam keharaman, yang telah menjanjikan kesejahteraan lalu tidak ditepati

Jika saya GOLPUT maka kalian meyalahkan saya
Harusnya saya yang menyalahkan kalian, karena tanggung jawabmu sebagai pemimpin telah kalian lalaikan.

Dari pengalaman pribadiĀ La Ode Munafar