Curhatan anak sekolah tentang UAN

 

Gua udah capek-capek sekolah dari kelas 1 SD hingga sampai dengan SMA
Waktu udah gua serahkan hingga 7 jam dalam sehari
Dan gua jalanin hingga 9 tahun
Tapi Negaraku hanya menentukan kelanjutan sekolahku atau tidak hanya dalam 2 jam lewat Ujian Nasional (UAN)
Tidakkah menghargai waktu yang telah gua anggarkan untuk sekolah?

Bapak gua setiap semester membeli buku tulis 1 kodi
Perlengakoan seperti, pena, topi, pakaian seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya selalu minta dengan berat hati pada orang tua
Sebab uang makan gua dan keuarga susah, tapi demi sekolah bapak gua selalu menyiapkan
Lalu, negaraku menentukan nasibku hanya 2 jam melalui UAN.
Tidakkah bapak menghargai usaha orang tuaku

Gua udah belajar setiap malam
Kebiasaan membaca dan menulis sebelum tidur selalu terbawa hingga sekarang
Ini kebiasaan yang telah ku bangun demi cita-cita masa depan
Tapi negaraku tak peduli, yang penting ikut ujian,sebagai syarat untuk melanjutkan jenjang pendidikan
Emang negaraku nggak menghargai kebiasaan baik ini?

Negaraku menginginkan pendidikan yang bermutu
Tingkat kemajuan pendidikan setiap daerah sangat jauh beda
Orang di Jakarta di SMA favorit fasilitasnya sangat mewah
Bagi yang tinggal di kota untuk mendapatkan buku pendukung UAN sangat gampang
Bagi yang punya uang bisa ikut kursus
Sementara gua orang kampung
Liat komputer secara langsung aja ga pernah, apalagi mau pegang
Uang hidup pun sulit, apalagi mau ikut kursus
Sementara mentriku, tidak mau tahu
Mau nggak mau harus mau, pokoknya ikut ujian
Kalo tidak, berarti tidak lulus ujian

Mentri pendidikan bersama jajarannya yang gua hormati
Coba luangkan waktu dong liat sekolah-sekolah kampung
Mereka punya semangat tinggi menuntut ilmu, tapi sayangnya sarana dan prasana begitu sangat terbatas

Mentri pendidikan bersama jajarannya…!!!
Coba luangkan waktu evaluasi dong buat sekolah2 favorit
Banyak orang kaya, tapi karkter yang beradab ga terbentuk, justru pergaulan bebas menjadi kebiasaan pelajarnya

Gua tidak menyalahkan pak mentri, karena itu hanya jabatan saja
Tapi setidaknya pak mentri punya jabatan yang harus dipertanggung jawabkan
Lagian bapak juga kan punya posisi untuk ngomong pada pemerintah dan anak didik
Sampikan bahwa sesungguhnya ada yang salah dengan sistem penddidikan Indonesia dan segera diubah
Itu aja yang gua samapikan pak!
Terimakasih

La Ode Munafar 
*Catatan mengingat kisah perjuangan saat SMA gua