Hamil Setelah Nikah VS Hamil Sebelum Nikah

Tidak hanya masalah zina yang perlu kamu tanggung di akhirat , jika  hamil di luar. Tapi masalah-masalah selanjutnya yang akan mendorong kamu untuk melakukan dosa-dosa yang lebih besar lagi. Perhatikan pilihan-pilihan jika udah hamil di luar nikah:

1. Aborsi

Ini pilihan yang paling tidak manusiawi yaitu membunuh janin sendiri. Teman-teman pasti tau sejahat-jahatnya binatang tidak akan membunuh anaknya sendiri,. Secara agama Allah tidak membolehkan aborsi  kecuali ada sebab-sebab yang syar’i. aborsi termasuk pembunuhan terhadap manusia.  Secara kesehatan pun sangat mebahayakan seperti pendarahan hebat, infeksi, kerusakan leher rahim, kerusakan organ tubuh, sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Secara psikolog aborsi sangat mengusik jiwa seperti , curhatan salah seorang pembaca buku Apa Salahku Sayang? Setelah aborsi “kak Ode, saya senang sekali pada anak-anak, tapi anaku sendiri malah saya bunuh”. Ada rasa penyesalan tentunya dalam hati yang terus menganggu. Sayangnya di Indonesia banyak kasus aborsi seperti yang direkam Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Kasus aborsi mulai 2008 hingga 2010 terus meningkat. Ironisnya, 62 persen pelakunya melibatkan anak-anak di bawah umur.  Diperkirakan selama kurun waktu tersebut, kenaikan angka kasus aborsi rata-rata 15 persen setiap tahunnya. Pada 2008 ditemukan ada 2  juta jiwa anak korban aborsi. Tahun berikutnya, anak korban aborsi bertambah 300 ribu jiwa. Pada 2010, bertambah lagi 200 ribu jiwa.

Data tersebut hanya yang terdata, namun masih banyak yang belum terdata , sebab masalah aborsi bagaikan fenomena gunung es, artinya terlihat dipermukaan sangat sedikit namun di dalamnya sangat banyak.

2.    Sekalian hancur

Pilihan ke dua jika udah hamil di luar nikah , maka bisa jadi membuat kamu semakin putus asa. Begitu banyak wanita yang udah hami lalu saat meminta tanggung jawab lelaki malah kabur. Sehingga, ada orang yang putus asa. Maka tak banyak dari para wanita menggunakan prinsip sekalian hancur aja deh, dengan pergi ditempat-tempat maksiat dengan menjadi pekerja seks komersial.

 3. Buang/jual Bay

Pilihan ke 3 bagi yang udah terkanjur hamil maka tetap  menunggu bayinya lahir, namun masalahnya justru bayi yang lahir tersebut dibuang atau dijual. Padaha menjual belikan bayi hukumnya haram, merupakan dosa besar.

Keharamannya didasarkan pada hadits shahih yang mengharamkan jual beli manusia merdeka (bukan budak). Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: Allah berfirman: “Ada tiga golongan yang Aku (Allah) akan menjadi lawan mereka pada Hari Kiamat nanti; seorang yang bersumpah dengan menyebut nama-Ku lalu berkhianat, seorang yang menjual seorang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan hasilnya, dan seorang yang mempekerjakan seorang pekerja (lantas) ketika pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya, orang itu tidak membayar upahnya.” (HR. Muslim: no 2114).

 Berdasarkan dalil tersebut jelas haram memperdagangkan bayi seperti yang terjadi pada masa sekarang, karena bayi pada masa sekarang hakikatnya adalah orang merdeka, bukan budak. Alasan apapun tak dapat membenarkannya, termasuk karena aib atau malu terhadap masyarakat. Menjualnya saja tentu tidak boleh apalagi jika membuang bayi. Tentu ini merupakan dosa yang paling besar.

 4.      Menikah

Walaupun sudah menikah tapi perlu kamu ketahui menikah tidak menghilangkan Dosa Zina
Seseorang akan tetap dianggap sebagai PEZINA selama dia belum bertaubat dari dosa zina.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)

Belum lagi masalah-masalah fiqih lainnya jika tetap melanjutkan pernikahan..Misalnya anak hasil zina tidak bisa dikatakan anak bapak. Imam An-Nawawi mengatakan, “Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil selingkuh yang dilakukan istri dengan laki-laki lain. Sedangkan laki-laki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikitpun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain.” (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10:37)

Begitulah resiko berzina dizaman sekarang yang tidak ada aturan Islam, yang menghukum. Jika dalam islam Negara harusnya menindak tegas pelaku zina dengan hukuman rajam hingga mati bagi yang sudah menikah dan cambuk seratus kali bagi pezina yang belum pernah menikah.  Sayangnya sekarang tidak ada hokum Islam yang mampu mkencegah dan menebus.  Untuk sekarang buat kamu, tidak ada jalan lagi a kecuali untuk bertobat, sambil memfokuskan diri untuk berjuang demi Islam. Semoga kamu diampuni oleh Allah Swt. Jangan lagi membuat dirimu makin berdosa, sungguh siksa neraka sangat pedih.

Lain halnya dengan hamil setelah menikah ada kesenengan + pahala bagi wanita atau istri. Sebagai seorang suami pun ikut bahagia. Misalnya lagi asyik menulis sang istri memeluk dari belakang dengan mesra “Sayang aku hamil”. Waaahh rasanya sangat bahagia bangeeet sebagai suami. Tapi jika wanita sekarang hamil di luar nikah, lalu memberikan kabar pada pacarnya lewat SMS “Sayang aku hamil”. Bisa jadi pacar akan menelponmu lalu mengatakkan dengan keras, “Appaaaa, kamu, hamil? GUGURKAN..!!!

Bagi yang udah menikah kedatangan buah hati emang sebuah kebahagian bagi siapa saja.  Dia bisa menyatukan 2 hati yang berbeda. Menjadikan manusia bersatu dalam keindahan serta menjadikan manusia untuk selalu bisa menjaga. Banyak kasus yang disekeliling kita sudah mau  bercerai tapi hanya gara-gara anak,  bisa menyatukan 2 hati untuk kembali rukun. Begitulah anak, akan selalu  dapat menyatukan 2 insan yang berbeda. Kebahagian seseorang yang melahirkan, bagi yang sudah menikah,.Dalam buku takziah Cinta ada syair spesial yang saya persembahkan buat teman-teman.

Terucap puja dan puji

padaMu wahai ilahi

atas rizki yang telah kau beri kepada Kami

dalam doa kami meminta

sakinah mawadah warahmah

kini Engkau menganugerahkan kami buah hati

jadikan dia penyejuk pandangan kami

menguatkan kasih sayang antara kami

tak dapat kami menghitung

semua nikmat yang kau curahkan

dari dulu hingga kini

saat ini hingga nanti

walau diri sering lalai

tapi Kau tetap mengasihi

terima kasih ya Allah

atas semua ini

amanah yang kau titipkan

tak akan kami siakan

mudahkan kami mendidik dan membersarkan

mudahkan kami menjadi

teladan yang dia saksikan

dalam ucap dalam tindakan keseharian

 

jadikan dia penyejuk pandangan kami

menguatkan kasih sayang antara kami

 

semoga dia kelak

menjadi pejuangMu

menyebarkan agamaMu

mengibarkan benderaMu

sebagai sebuah persembahan

dua hati yang Kau satukan

hingga dapat kami banggakan

dia diakhiratMu

Penulis: Ksatria Pena, La Ode Munafar