Maksiat Dimalam Minggu

Siapapun nama kamu, dimana pun kamu tingggal, apapun nama akun FB dan twittermu, realitnya ini rata hampir diseluruh Indonesia. Kalo lagi malam Minggu pasti akan gentayangan aktivis pacaran, mulai dari jalan raya, di warung makan, hingga dibawa kolong jembatan J.

Beberapa kota saya Roadshow aktivitas malam Minggu remajanya slelau mirip, kecuali di Jogja “tidak”. Maksudnya tidak kalah parah pergaulannya bahkan lebih-lebih heboh deh. Heee..heee

Saya akan bagi pengalaman kenyataan yang saya hadapi malam Minggu di Jogja saat masih jomblo. Biasa kalo udah jenuh menulis, saya mencari makan malam, sambil membawa buku catatan harian kemana-mana. Sejak keluar kamar hingga di sedang asyik di warung makan ujian itu datang (bukan ujian semester ya).

Sejak keluar kamar, udah menyaksikan cewek dan cowok boncengan, sambil berpelukan mesra di atas motor. Sepanjang jalan selalu ada pemandangan seperti itu, membuat mata saya silau. Kalo keimanan nggak kuat, pasti mengeluh dalam hati “wah mereka cocok banget, cewek cantik, cowonya ganteng motornya juga kren”. Tapi keimananlah yang membuat kuat. Memandang mereka bukan dengan pujian tapi dengan penuh kebencian, bukan cemburu loh, tapi keimanan yang membuat merasa tidak suka dengan sikapnya. Benci dan sukanya karena syariah Islam bukan, bukan karena faktor personal atau perasaan aja. Faktor personal maksudnya begini “Kenap perempuan itu mau dengan dia, coba aja kalo aja dengsn saya” He..hee

Lanjut certanya ya. Bagaimana kalo udah tiba di warung makan nih? Bayangin aja nih, kiri-kanan, muka belakang rata-rata duduk pasangan cewek dan cowok, trus pas kamu cuma sendirian gitu. Ayo sanggup nggk? Kalo saya sih nggak betah, masalahanya aktivitas mereka bukan cuma makan, tapi sampai “kerajinan tangan”. Jika kiri-kanan, dapan-belakang udang dipenuhi dengan pasangan muda-mudi saya cuma memandang di bawa sambil istighafar memohon kepada Allah agar mereka segera sadar. Kadang juga saya memandang di atas memohon pada Allah agar saya, jodohku dan juga keluarga muslim lainnya bisa terlindungi.

Emang sih pengaruh lingkungan sangat berat. Lagi asyik mau belajar, eh ternyata ada teman-teman yang SMS “guys, malam Minggu yuk, bawa dengan pacar ya” gubraak! J

Atau lagi pergi belajar kelompok, eh ternyata semua teman-teman bawa boncengan masing-masing. Pas pulang mereka dengan senang bawa pacar masing, nggak tau pada mau kemana, sambil ekspersi bahagia. Sementara kamu, cuma pulang sendiri dan jadi penonton aktiviatas mereka. Kesendirian emang membuat kita bisa teruji, inilah yang perlu dicermati bagi jomblowan.

Wahai jomblo, walau malam Minggu nggak ada ujian sekolah, tapi ini ujian keimanan bagi kamu. Lalu apa yang kamu lakukan jika sedang menyaksikan aksi dramatis mereka. Kamu jangan sampai sedih apalagi sampai murung-murung deh. Lanjut baca aja sini, ada kabar gembira buat kamu. Bahwa malam minggu harusnya menjadi malam spesial buat kamu. Malam Minggu merupkan malam yang membuka kesemptan dan mengalahkan mereka yang punya pacar. Kenapa? Coba mari kita bandingkan ya. Saat yg punya pacar asyik persiapkan malam Minggu, kamu sebagai jomblowan harus persiapkan 1000 malam kedepannya yg lebih panjang. Entar akan terlihat mana yang punya visi jangka pendek. Malam Minggu jadinya yang punya pacar berpikir jangka pendek, Cozny fokus mikir malam Minggu mau ngpain. Iyyya nggak?

Wahai jomblo sejati ini adalah kesempatanmu untuk bervisi jangka panjang. Kamu tidak perlu memikirkan satu malam saja. Tapi bisa bermalam-malam loh. Jika kamu melihat temanmu sedang asyik bermesraan dengan pacar, maka saatnya kamu melangkah jauh kedepan. Si jomblo fokus menata masa depan, agar lebih cerah dan fresh. Yang punya pacar jika ttp mau melanjutkan bermalam Minggu silahkan, sayangnya meraka tidak sadar mengalihkan fokus masa depannnya

Asyik berduan dengan pacar jadi lupa segalanya. Lupa waktu, sampa lupa dosa. Sementara kamu sebagai jomblo jangan sedih yah, hari ini kamu tidak memegang pasangan “no Probolinggo”, e..eeh, maksudnya no problem, tapi tata aja aktifitasmu sekarang. Agar bisa memegang kebahagian masa depan. Bukan berarti si jomblo bisa langsung bahagia dengn tidak bermalam Minggu. Tentu tidak juga, namun kamu sebagai jomblo telah memiliki satu malam luang, yang tidak dimanfaatkan yang punya pacar. Jomblo bisa menyimpan tenaga saat malam Minggu, Disaat yang punya pacar membuang-buang tenaga untuk jalan-jalan

Kamu sebagai jomblo bisa menabung uang untuk kebutuhan yang lebih penting, dari pada bermalam Minggu yang menghabiskan uang beliin kebutuhan satu malam bersama pacar. Jomblo bisa memanfaatkan waktu malam Minggu, saat yang punya pacar sibuk berdua membuang waktu. Tentu itu baru satu malam saja l relaitanya yg punya pacar tidak hanya memanfaatkan satu malam saja. Bahkan hampir setiap hari, atau minimal 2 kali dalam seminggu. Tenaga, waktu dan uang terbuang selama berpacaran. Jomblowan tak boleh membuang waktu dengan bersedih dan menyendiri aja. Saatnya bangkit, manfaatkan potensi Dahsyatmu. Mari kalahkan mereka yg pacaran l manfaakn Waktu, tenaga, dan juga apa yang kamu miliki sekrang l Untuk kepentingan menata masa depan. Seeemnagaat! SERVIS jomblo yuk.

Agar malam Minggu nggk galau maka kamu juga butuh persiapan juga. Biasanya kegalaun datang saat kamu nggak ada pekerjaan. Biasa sibuk dalam 1 minggu Full kegiatan sekolah, pas malam minguu nggak ada kerja kahirnya galau deh. Bagaimana agar kamu tidag galau? Maka kamu harus membuat pekerjaan yang bermanfaat. Seperti apa itu? Ni beberap rekomendasi saya

  1. Kerjakan tugas dari pag Guru dalam Minggu ini
  2. Jalin silaturahmi dengan teman-teman
  3. Baca buku-buku inspirasi
  4. …..(tambahkan sendiri)Maksiat Dimalam Minggu (La Ode Munafar)

     

    Siapapun nama kamu, dimana pun kamu tingggal, apapun nama akun FB dan twittermu, realitnya ini rata hampir diseluruh Indonesia. Kalo lagi malam Minggu pasti akan gentayangan aktivis pacaran, mulai dari jalan raya, di warung makan, hingga dibawa kolong jembatan J.

    Beberapa kota saya Roadshow aktivitas malam Minggu remajanya slelau mirip, kecuali di Jogja “tidak”. Maksudnya tidak kalah parah pergaulannya bahkan lebih-lebih heboh deh. Heee..heee

    Saya akan bagi pengalaman kenyataan yang saya hadapi malam Minggu di Jogja saat masih jomblo. Biasa kalo udah jenuh menulis, saya mencari makan malam, sambil membawa buku catatan harian kemana-mana. Sejak keluar kamar hingga di sedang asyik di warung makan ujian itu datang (bukan ujian semester ya).

    Sejak keluar kamar, udah menyaksikan cewek dan cowok boncengan, sambil berpelukan mesra di atas motor. Sepanjang jalan selalu ada pemandangan seperti itu, membuat mata saya silau. Kalo keimanan nggak kuat, pasti mengeluh dalam hati “wah mereka cocok banget, cewek cantik, cowonya ganteng motornya juga kren”. Tapi keimananlah yang membuat kuat. Memandang mereka bukan dengan pujian tapi dengan penuh kebencian, bukan cemburu loh, tapi keimanan yang membuat merasa tidak suka dengan sikapnya. Benci dan sukanya karena syariah Islam bukan, bukan karena faktor personal atau perasaan aja. Faktor personal maksudnya begini “Kenap perempuan itu mau dengan dia, coba aja kalo aja dengsn saya” He..hee

    Lanjut certanya ya. Bagaimana kalo udah tiba di warung makan nih? Bayangin aja nih, kiri-kanan, muka belakang rata-rata duduk pasangan cewek dan cowok, trus pas kamu cuma sendirian gitu. Ayo sanggup nggk? Kalo saya sih nggak betah, masalahanya aktivitas mereka bukan cuma makan, tapi sampai “kerajinan tangan”. Jika kiri-kanan, dapan-belakang udang dipenuhi dengan pasangan muda-mudi saya cuma memandang di bawa sambil istighafar memohon kepada Allah agar mereka segera sadar. Kadang juga saya memandang di atas memohon pada Allah agar saya, jodohku dan juga keluarga muslim lainnya bisa terlindungi.

    Emang sih pengaruh lingkungan sangat berat. Lagi asyik mau belajar, eh ternyata ada teman-teman yang SMS “guys, malam Minggu yuk, bawa dengan pacar ya” gubraak! J

    Atau lagi pergi belajar kelompok, eh ternyata semua teman-teman bawa boncengan masing-masing. Pas pulang mereka dengan senang bawa pacar masing, nggak tau pada mau kemana, sambil ekspersi bahagia. Sementara kamu, cuma pulang sendiri dan jadi penonton aktiviatas mereka. Kesendirian emang membuat kita bisa teruji, inilah yang perlu dicermati bagi jomblowan.

    Wahai jomblo, walau malam Minggu nggak ada ujian sekolah, tapi ini ujian keimanan bagi kamu. Lalu apa yang kamu lakukan jika sedang menyaksikan aksi dramatis mereka. Kamu jangan sampai sedih apalagi sampai murung-murung deh. Lanjut baca aja sini, ada kabar gembira buat kamu. Bahwa malam minggu harusnya menjadi malam spesial buat kamu. Malam Minggu merupkan malam yang membuka kesemptan dan mengalahkan mereka yang punya pacar. Kenapa? Coba mari kita bandingkan ya. Saat yg punya pacar asyik persiapkan malam Minggu, kamu sebagai jomblowan harus persiapkan 1000 malam kedepannya yg lebih panjang. Entar akan terlihat mana yang punya visi jangka pendek. Malam Minggu jadinya yang punya pacar berpikir jangka pendek, Cozny fokus mikir malam Minggu mau ngpain. Iyyya nggak?

    Wahai jomblo sejati ini adalah kesempatanmu untuk bervisi jangka panjang. Kamu tidak perlu memikirkan satu malam saja. Tapi bisa bermalam-malam loh. Jika kamu melihat temanmu sedang asyik bermesraan dengan pacar, maka saatnya kamu melangkah jauh kedepan. Si jomblo fokus menata masa depan, agar lebih cerah dan fresh. Yang punya pacar jika ttp mau melanjutkan bermalam Minggu silahkan, sayangnya meraka tidak sadar mengalihkan fokus masa depannnya

    Asyik berduan dengan pacar jadi lupa segalanya. Lupa waktu, sampa lupa dosa. Sementara kamu sebagai jomblo jangan sedih yah, hari ini kamu tidak memegang pasangan “no Probolinggo”, e..eeh, maksudnya no problem, tapi tata aja aktifitasmu sekarang. Agar bisa memegang kebahagian masa depan. Bukan berarti si jomblo bisa langsung bahagia dengn tidak bermalam Minggu. Tentu tidak juga, namun kamu sebagai jomblo telah memiliki satu malam luang, yang tidak dimanfaatkan yang punya pacar. Jomblo bisa menyimpan tenaga saat malam Minggu, Disaat yang punya pacar membuang-buang tenaga untuk jalan-jalan

    Kamu sebagai jomblo bisa menabung uang untuk kebutuhan yang lebih penting, dari pada bermalam Minggu yang menghabiskan uang beliin kebutuhan satu malam bersama pacar. Jomblo bisa memanfaatkan waktu malam Minggu, saat yang punya pacar sibuk berdua membuang waktu. Tentu itu baru satu malam saja l relaitanya yg punya pacar tidak hanya memanfaatkan satu malam saja. Bahkan hampir setiap hari, atau minimal 2 kali dalam seminggu. Tenaga, waktu dan uang terbuang selama berpacaran. Jomblowan tak boleh membuang waktu dengan bersedih dan menyendiri aja. Saatnya bangkit, manfaatkan potensi Dahsyatmu. Mari kalahkan mereka yg pacaran l manfaakn Waktu, tenaga, dan juga apa yang kamu miliki sekrang l Untuk kepentingan menata masa depan. Seeemnagaat! SERVIS jomblo yuk.

    Agar malam Minggu nggk galau maka kamu juga butuh persiapan juga. Biasanya kegalaun datang saat kamu nggak ada pekerjaan. Biasa sibuk dalam 1 minggu Full kegiatan sekolah, pas malam minguu nggak ada kerja kahirnya galau deh. Bagaimana agar kamu tidag galau? Maka kamu harus membuat pekerjaan yang bermanfaat. Seperti apa itu? Ni beberap rekomendasi saya

    1. Kerjakan tugas dari pag Guru dalam Minggu ini
    2. Jalin silaturahmi dengan teman-teman
    3. Baca buku-buku inspirasi
    4. …..(tambahkan sendiri)
(Hari Maksiat Cinta @La Ode Munafar )