Tahun Baru = Perayaan Paling Kono

Siapa bilang perayaan tahun baru bagian dari modernisasi? Justru perayaan tahun baru adalah perayaan terkuno sepanjang zaman yaitu sejak zaman babilon kuno. Perayaan ini terus berlanjut pada masa kekaisaran Romawi hingga pada abad ke 21 sekarang. Intinya tahun baru adalah adalah perayaan paling lama dan paling kampungan.

Jadi maaf ni ya? Koq kamu mau-maunya merayakan kebiasaan orang-orang yang dilakukan ratusan tahun lalu. Maka jelas, sebenarnya perayaan tahun baru bukan membuat lembaran baru, tapi justru kembali pada lembaran kuno.

Padahal kalo maun tau perayaan tahun baru orang-orang terdahulu sangat mengerikan.  Mereka melakukan do`a dan upacara khusus dan begadang hingga tengah malam. Menghabiskan malam dengan menyanyi-nyanyi, menari-nari, makan-makan dan minum-minum sampai menjelang detik-detik akhir pukul 12 malam. Lampu-lampu dimatikan dan setiap orang memeluk orang yang ada di sampingnya, sekitar 5 menit. Semuanya sudah diatur, bahwa disamping pria haruslah wanita. Kadang-kadang mereka saling tidak mengenal dan setiap orang sudah tahu bahwa orang lain akan memeluknya ketika lampu dipadamkan. Mereka memadamkan lampu itu bukannya untuk menutupi aib, namun untuk menggambarkan akhir tahun mulainya tahun baru.

Sayangnya kebiasaan buruk  perayaan tahun baru terus berulang-ulang hingga sekarang. Udah rahasia umum Abad 21 tahun baru dimeriahkan dengan minum khamar,tertawa dan hura-hura. Bahkan sampai perzinahan. Terbukti kondom-kondom penjualannya meningkat hinga 300%. Tentu rata-rata pembelianya anak mudah. Sungguh aneh jika kebiasaan kuno terus diulang-ulang. Katanya gaul, tapi koq ikut kebiasaan kuno?

Penulis : Ksatria Pena, La Ode Munafar