Tak ada yang cuma cuma



Masyarakat Indonesia teralalu sering nonton film-film khayalan berlebihan deh! Sampai-sampai untuk mendapatkan sesuatu pengen instan, gratis, dan gak pake istilah “capek deh!”. Jika masih terbayang seperti film tersebut, dan tidak berusaha atas apa yang kamu inginkan saya cuma katakan aja ” ko gambar aja!” Hhe..hehee

Teman-teman sekalian! Tidak ada yang cuma-cuma di dunia, walau itu sekelas orang shaleh banget hingga kalangan nabi. Allah Swt saat memberikan mukjizat pada nabi untuk menggunakannya harus lewat usaha juga. Ga percaya? Mari simak 3 certa yang saya berikan.

1. Masih ingatkah saat Maryam bin Imran kesulitan untuk memberikan asupan gizi pada Nabi Isa AS dan untuk dirinya. Hmm..Jika baca sejarah pasti masih ingat deh! Dulu Allah Swt meminta Maryam menggoyangkan kurma dengan memukul2nya.

Secara logika tidak mungkin kurma berpohon tinggi dan besar digoyang wanita yang masih sangat lemah, buahnya bisa berjatuhan. Tentu ini kelebihan yang diberikan Allah Swt pada bunda Maryam. Lantas kenapa Allah menyuruh untuk menggoyangkan pohon kurma? Bukankah Allah Swt tidak bisa memberikan langsung dihadapan Maryam? Ingat! Allah Swt mengindikasikan bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus berusaha walau hanya sekedar menggoyangkan sedikit.

Allah Swt berfirman:
“Artinya : Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”. (Maryam : 25-26).

2. Kisah kedua saat nabi Musa AS dikejar pasukan Firaun. Bagaimana kisahnya dan usaha nabi musa? Allah Swt memerintahkan nabi Musa meletakan tongkatnnya untuk membela laut merah. Dalam al-Quran menceritakan bahwa Nabi Musa membelah laut dengan menghentakkan tongkatnya ke tanah.

Secara logika meletak tongkat tidak mungkin langsung bisa membelah luasnya laut merah. Secara ilmiah untuk membelah laut merah menurut logika fizik, daya diperlukan adalah sebesar 2.8j Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang diterima jika menyelam di kedalaman 280m. Manakala kelajuan angin pula mestilah sekurang-kurangnya 108 km/jam sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!. Namun Nabi Musa AS seorang nabi dengan hanya meletakan tongkatnya di tanah langsung bisa membelahnya.

Pertanyaannya kenapa Allah memerintahkan meletakan tongkatnya? Bukankah Allah Swt bisa membelanya secara langsung. Jangan salah paham! Ini sebagai tanda bahwa segala sesuatu butuh usaha walau setingkat nabi yang mempunyai mukjizat.

3. Saat siti hajar berbolak-balik mencari air untuk minumnya nabi Ismail AS yang sedang kehausan. Ini kisah sangat heroik deh!
Allah Swt tidak bisa memberikan secara langsung. Dalam kisahnya Siti Hajar telah berulang-ulang pulang pergi hingga 7 kali dari Sofa-marwa. Kondisi saat itu dalam keadaan kehausan, kepanasan, kelaparan, dan sedang ditunggu seorang anak bayi yang kalau tidak buru-buru datang maka bayinya akan mati. Betapa beratnya ia harus berlari-lari dari satu bukit ke satu bukit yang lain yang katanya itu bukit yang gersang, tandus karena itu bukit batu bukan bukit rumput atau pepohonan.

Setelah berusaha namun belum mendapatkannya juga akhirnya beliau bertawakal dan pasrah pada Allah, maka datanglah pertolongan dari Allah itu. Namun setelah itu apa yang terjadi? Tiba-tiba airnya keluar dari luar dugaan dan tidak masuk akal dari bawah kaki Ismail.

Kenapa Allah Swt tidak memberikan langsung airnya saat itu?
Sekali lagi ini sebagai indikasi bahwa semua harus melewati usaha, cucuran keringat, dan pengorbanan yang tinggi.
Lalu kamu pengen jadi apa sekarang? Dan sejauh mana usahamu yang telah kamu lakukan.

Jika hanya pengen menjadi dokter lalu hanya sekedar pengen makan dokternya nggak akan pernah didapat gelarnya
Jika kamu pengen menulis lalu hanya sekedar pengen aja nggak nulis-nulis itu seperti mimpi disiang bolong.
Jika pengen Islam segera tegak di muka bumi, maka dibutuhkan usaha bersama-sama. Jika tidak ada usaha, maka cepat atau lambat kamu menjadi sperti daun yang berguguran saat yang lain tumbuh segar.

Selamat berusaha!

Oleh: La Ode Munafar